Jumat, 03 April 2015

MARINIR Korps Marinir

MARINIR Korps Marinir adalah salah satu Kotama (Komando Utama TNI Angkatan Laut). Dalam struktur organisasi TNI AL, Korps Marinir adalah sebuah Kotama sejajar dengan Kotama lain seperti Koarmatim, Koarmabar, Kolinlamil, Kodikal, Seskoal dan AAL. Cikal bakal Korps Marinir bermula dari tanggal 15 November 1945, di mana nama Corps Mariniers tercantum dalam Pangkalan IV ALRI Tegal sehingga tanggal ini dijadikan sebagai hari lahir Korps Marinir. Selanjutnya berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertahanan No. A/565/1948 pada tanggal 9 Oktober 1948 ditetapkan adanya Korps Komando di dalam jajaran Angkatan Laut. Korps Komando Angkatan Laut (KKO AL) kembali menggunakan nama Korps Marinir sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Laut No. Skep/1831/ XI/1975 tanggal 15 November 1975. Markas Korps Marinir terletak di Jalan Kwitang, Jakarta Pusat. Korps Marinir terdiri dari tiga brigade infrantri marinir. Satuan elit marinir TNI-AL dinamakan Batalyon Intai Amfibi (Taifib) dan satuan anti-teror marinir TNI-AL dinamakan Detasemen Jala Mengkara (Denjaka). Pembagian Korps Saat ini Korps Marinir terbagi menjadi 1 Regu Pandu Tempur, 1 Batalyon pasukan khusus yang disebut Batalyon Intai Amfibi, dan 3 Brigade Infanteri Marinir, yang melingkupi 9 Batalyon Infanteri Marinir. Brigade Infanteri 1/Marinir, berkedudukan di Sidoarjo 1. Batalyon Infanteri 1/Marinir 2. Batalyon Infanteri 3/Marinir 3. Batalyon Infanteri 5/Marinir Brigade Infanteri 2/Marinir, berkedudukan di Cilandak, Jakarta Selatan. 1. Batalyon Infanteri 2/Marinir 2. Batalyon Infanteri 4/Marinir 3. Batalyon Infanteri 6/Marinir Brigade Infanteri 3/Marinir 1. Batalyon Infanteri 7/Marinir 2. Batalyon Infanteri 8/Marinir 3. Batalyon Infanteri 9/Marinir Regu Pandu Tempur Batalyon Intai Amfibi, Pasukan khusus Marinir Komandan Korps Pasukan marinir Marinir - RM70 Grad Daftar Komandan Korps Marinir sejak awal pembentukannya Pangkat Nama Dari Sampai Keterangan Laksamana Muda Agoes Soebekti 1945 1950 Mayjen KKO R. Soehadi 1950 1961 Letjen KKO Hartono 1961 1968 Letjen TNI KKO Moekijat 1968 1971 Mayjen TNI (Mar) H. Moh. Anwar 1971 1977 Letjen TNI (Mar) Kahpi Suriadiredja Juli 1977 Mei 1983 Brigjen TNI (Mar) Muntaram Mei 1983 Januari 1987 Brigjen TNI (Mar) Aminullah Ibrahim Januari 1987 Agustus 1990 Mayjen TNI (Mar) Baroto Sardadi Agustus 1990 November 1992 Brigjen TNI (Mar) Gatur Chaliq Desember 1992 April 1994 Mayjen TNI (Mar) Djoko Pramono April 1994 Februari 1996 Brigjen TNI (Mar) Suharto Februari 1996 1999 Mayjen TNI (Mar) Harry Triono 1999 20 November 2002 Mayjen TNI (Mar) Achmad Rifai 20 November 2002 9 November 2004 Mayjen TNI (Mar) Safzen Noerdin 9 November 2004 6 Juni 2007 Mayjen TNI (Mar) Nono Sampono 6 Juni 2007 Mayjen TNI (Mar) Djunaidi Djahri Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin sekarang Peristiwa yang melibatkan Korps Marinir Pengangkatan Jenazah di Lubang Buaya Angggota KKO melakukan pengangkatan jenazah para Jendral di Lubang Buaya, terkait peristiwa G30S/PKI. Anggota Marinir membunuh 4 warga sipil dan melukai beberapa orang lainya di Pasuruan termasuk seorang balita dalam Insiden Alastlogo 2007. Pada 19 Juli 2003, empat orang prajurit Marinir, Kopda (Mar) Suud Rusli, Kopda (Mar) Fidel Husni, Letda (Mar) Syam AS dan Pratu (Mar) Santoso Subianto menembak mati Dirut PT Aneka Sakti Bakti (Asaba) Boedyharto Angsono (60) dan pengawalnya anggota Kopasus Sersan Kepala Infanteri Edy Siyep (32) di Penjaringan, Jakarta Utara atas perintah dari Gunawan Santoso, bekas menantu Boedyharto Angsono.http://marinirteams.blogspot.com/?q=earning for this blog



marinir TEAM-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar